AL-IHSAN __ Pagi itu, suasana LPI Al-Ihsan Beringan Dempo Timur tampak ramai dan penuh keceriaan. Jam menunjukkan pukul 07.15 WIB. Para siswa mulai berdatangan dengan wajah ceria, membawa tas dan perlengkapan sekolah masing-masing.
Di salah satu sudut halaman sekolah, terlihat Ahmad, siswa yang dikenal ramah dan suka membantu teman, sedang duduk bersama Fahri yang memiliki sifat humoris dan sering membuat teman-temannya tertawa.
``FADIL, kamu tadi belajar nggak untuk pelajaran hari ini?`` tanya Abdul Ghafur
Fadil tersenyum sambil menjawab, ``Belajar sedikit. Tapi kalau ada yang lupa, nanti kita belajar bersama saja.``
Tak jauh dari mereka, ada Rizky, siswa yang cukup pendiam tetapi rajin dan suka membaca. Ia terlihat membuka buku sambil sesekali mendengarkan percakapan teman-temannya.
``Rizky, kamu sudah selesai mengerjakan tugas kemarin? tanya gafur
``Alhamdulillah, sudah. Kalau kalian belum, nanti kita bisa saling membantu sebelum pelajaran dimulai,`` jawab Rizky dengan tenang.
Sementara itu, Ilham, siswa yang ceria dan aktif, datang sambil membawa cerita lucu dari rumah.
``Teman-teman, kalian tahu nggak? Tadi pagi ayam di rumahku malah mengejar adikku!`` kata Ilham sambil tertawa.
Mendengar cerita tersebut, Fahri langsung tertawa.
``Hahaha... ayamnya mungkin juga mau sekolah!`` candanya.
Suasana halaman sekolah pun semakin ramai oleh tawa mereka.
Di sisi lain, Aisyah, seorang siswi yang dikenal rajin, disiplin, dan suka mengingatkan teman-temannya, mulai melihat jam.
``Teman-teman, jangan terlalu lama bercandanya. Sebentar lagi pukul 07.30 WIB. Kita harus siap masuk kelas,`` kata Aisyah.
``Benar juga,`` jawab Ahmad sambil melihat jam.
Beberapa siswa kemudian mulai merapikan tas dan buku mereka. Ada yang masih bercerita, ada yang memeriksa tugas, dan ada pula yang saling mengingatkan tentang pelajaran yang akan dimulai.
Tidak lama kemudian, tepat sekitar pukul 07.30 WIB, terdengar suara bel masuk kelas.
``Bel sudah bunyi! Ayo semuanya masuk kelas!`` seru Aisyah.
Ahmad segera berdiri. Fahri memasukkan bukunya ke dalam tas, sementara Rizky menutup buku yang sedang dibacanya. Ilham pun berhenti bercanda dan segera berjalan bersama teman-temannya menuju kelas.
Mereka masuk dengan tertib dan penuh semangat untuk mengikuti pembelajaran.
Pagi itu menjadi salah satu momen sederhana yang menyenangkan bagi siswa-siswi Al-Ihsan Beringan Dempo Timur. Sebelum belajar, mereka dapat berbagi cerita, bercanda dengan sopan, saling membantu, dan mempererat persahabatan.
Di sekolah, setiap pagi bukan hanya awal dari sebuah pelajaran, tetapi juga awal dari cerita dan kenangan indah bersama teman-teman.